Latest Post
Loading...

Sep 1, 2017

Esensi Haji : Wukuf di Arafah & Ma’rifat

 

Haji : Wukuf di Arafah & Ma’rifat

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,
niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”
(QS. Al Hajj: 27)

Alhamdulillah, Allah telah mempertemukan kembali kita dengan ledul adha dan Iedul Qurban. Kita juga bersyukur dan berdo’a agar saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji tahun ini diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian Ibadah hajinya dengan aman, lancer dan selamat. Semoga pula mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat dan menjadi haji yang mabrur.
Seperti kita ketahui dalam ibadah haji ada satu kegiatan pokok yang tidak boleh ditinggalkan yaitu: wukuf di Arafah, Tanpa melaksanakan rangkaian kegiatan ini, ibadah haji seseorang tidak sah, hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW, AL HAJJU ARAFAH, Haji itu di Arafah.
Arafah adalah padang pasir yang luas. Dia juga menjadi lokasi bagi puncak pelaksanaan ibadah haji. Di tempat ini jutaan manusia berkumpul dengari hanya memakai dua helai kain tak berjahit. Mereka menanggalkari baju kebesaran dunia dan melepaskan segala atribut kepangkatan. Mulai dari raja sampai rakyat biasa, semua sama. Tidak ada satupun yang memakai jas, batik, maupun safari. Wukuf di Arafah diiakukan siang hari, saat matahari terik menyengat. Semua duduk bersimpuh berdzikir dan beristighfar. Di sini insting dan sifat kemanusiaan dibangkitkan . Akal atau rasio dan intelektualitas kita ditempa untuk membaca diri dan alam sekitar, sehingga diharapkan muncul sifat arif. 

Spirit arafah menunjukkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah sama di hadapan Allah SWT. Esensi paling dalam adalah, mereka yang melakukan wukuf di Arafah adalah penghapusan dosa dan akan dibebaskan dari siksaan api neraka.

Wukuf di Arafah : termasuk Rukun haji & Puncak Ibadah Haji,
karena dalam wukuf mengandung esensi ma'rifat dan perenungan hakikat diri.
Wukuf merupakan bagian pembersihan dosa.
Maka Haji Yang Mabrur menjadi suatu tujuan dan cita-cita yg hakiki sbg jalan menuju Ridho Allah.
Karena Haji yang Mabrur, balasannya tiada lain hanya Surga-Nya.
Maka, ketika Allah memanggil orang-orang yang beruntung untuk berhaji, ....dan kita jawab dengan :
Labbaikallaahumma labbaik.
( Kami sambut Panggilan-Mu, Ya Allah )


No comments:
Write komentar

Slider 2