Latest Post
Loading...

Feb 22, 2017

Tertundanya suatu Do'a

 

Memohon kepada Allah mengandung pengertian bahwa Anda berprasangka kepada-Nya. Permohonan seseorang bukan karena Allah, menunjukkan bahwa orang tersebut jauh dari Allah ( tidak mengenal Allah )
( Al Hikam )
Sahabat Salam Guru Indonesia.
Kita selaku Hamba Allah, senantiasa dan dari waktu ke waktu, setiap aliran nafas dan darah, berhajat dan bermohon kepada Allah. Oleh karena itu, kita tidak bisa terlepas atau berlepas dari Allah, karena tiada daya dan upaya selain karena kekuatan dan pertolongan dari Allah.
Dari Al Hikam di atas, maka cara memohon, berhajat dan berdo’a kepada Allah, yang mengandung pengertian bahwa :
1.      Memohon rezeki kepada Allah, untuk menunjang ibadah kepada-Nya, yang berarti menyerahkan seluruh persoalan hidup kepada Allah. Memohon agar tetap dekat kepada Allah tidak ingin berpisah dari-Nya.
2.      Apabila seorang hamba memohon kepada selain Allah, berarti orang ini sebenarnya tidak mempunyai malu, karena perbuatannya bertentangan dengan keyakinannya. Permohonan bukan kepada Allah, menunjukkan bahwa hamba si Hamba tidak mengenal Allah, jauh dari-Nya, dan tentunya, Allah-pun tidak menginginkan orang ini, karena itu segala sesuatu dari ciptaan Allah pun jauh daripadanya.
Bagaimana permohonan, keinginan dan do’a seorang hamba akan dikabulkan Allah, jika kita tidak mengenal Allah dengan sifat-sifat-Nya, sebab dengan mengenal sifat-sifat Allah menurut sunnah Rasul. Si Hamba harus memohon dengan perantaraan sifat Allah yang Maha  Mulia serta menempatkan Allah sebagai satu-satunya tempat menggantungkan seluruh harapan Hamba.
Pertanyaan : Bagaimana dengan do’a atau keinginan yang belum dikabulkan ? atau dialihkan ?
Belum terkabulnya do si Hamba, setelah berusaha berulang-ulang berdo’a penuh harapan, jangan sampai putus asa karena belum terkabulnya do’a kita, sebab Allah telah memberikan jaminan diterimanya setiap do’a menurut pilihan dan ketentuan Allah sendiri, bukan atas pilihan dan ketentuan kita, atau menurut waktu yang dikehendaki si hamb, tetapi Allah telah menetapkan kapan dan di saat apa do’a seorang hamba di terima-Nya.
( Al Hikam )
Sahabat Salam Guru Indonesia
Berdo’a kepada Allah tidak cukup sekali, tetapi harus berkali-kali, bahkan kita boleh saja merajuk dalam berdo’a, berkeluh kesah bahkan menyampaikan rasa senang dan syukur. Syarat diterimanya suatu do’a apabila dilaksanakan dengan penuh harapan dan tidak berputus asa. Tidak cepatnya suatu do’a dikabulkan Allah bukan berarti Allah menolak do’a hamba-Nya, karena Allah sudah memberika jaminan terkabulkan suatu do’a ( QS. Al Baqarah, 172 ).
Bahkan Sahabat Jabir ra, pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “tiada seorang hamba yang meminta dengan suatu permohonan melainkan Allah akan memberi apa yang Ia minta. Jika ia menahan diri dari suatu perbuatan maksiat, Allah akan menyelamatkan dirinya dari bahaya atau diampuni dosa-dosanya. Selama si hamba tidak berdo’a kepada perbuatan ( amal ) yang mendekatkan diri kepada dosa atau berdo’a agar terputus dari persaudaraan dengan karib kerabatnya”.
Ketika Hamba Allah berdo’a, maka terkadang dan tidak serta merta do’a langsung dikabulkan  sesaat seusai dengan permintaan kita. Tetapi terkadang diganti Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada yang diminta, karena Dia Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan dibandingkan kita. Karena itu, janganlah mengeluh ( apalagi mengutuk ), boleh jadi kamu benci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tetapi ia amat buruk bagimu ( Q.S. Al Baqarah, 216 ), maka Kita selaku hamba-Nya berusaha untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, karena Dia selalu memberika yang terbaik untuk Hamba-Nya sesuai waktu yang sudah ditetapkan-Nya, seusai jalan-Nya.
Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan : Janganlah menjadikan seseorang ragu kepada janji Allah, sebab sebelum terpenuhinya janji tersebut, walaupun pada saat yang sangat diperlukan. Karena meragukan janji Allah, akan menjadi sebab si hamba emnjadi redup iman dan penglihatan mata hatinya, dan memadamkan cahaya jiwanya. ( Al Hikam )
Maka, berbaik sangka-lah kepada Allah, In Sya Allah, akan INDAH nanti pada waktunya.

Salam Guru Indonesia

No comments:
Write komentar

Slider 2