Latest Post
Loading...

Jan 1, 2017

“selfie”, dan Muhasabah 2016

 

“selfie”, dan Muhasabah  2016 

Sejak Hari Jum’at siang, tanggal 30 Desember sampai dengan Hari sabtu, tanggal 31 Desember 2016, banyak sekali terlihat kesibukan semua orang di akhir tahun dengan mengadakan perjalanan/tour traveling, dan frekuensi lalu lintas perjalanan di lintas Kalimantan dalam dua hari tersebut sangat padat. Tentunya mereka semua kebanyakan ingin menghabiskan liburan akhir tahun menuju tempat dan lokasi yang sudah direncanakan, baik berupa liburan rekreasi ke pantai, ke objek wisata air terjun, air panas, ada juga yang bersilaturrahim dengan keluarga, berkumpul dengan orang tua dan lain-lain. Kami sekeluarga juga tidak ketinggalan memanfatkan liburan akhir tahun ini dengan silaturrahim dengan keluarga dan saudara serta berziarah ke Makam Bapak yang sudah meninggal dunia. Semua mempunyai planning mengisi liburan akhir tahun dengan sesuatu yang bermanfaat.

Sepanjang jalan lintas Kalimantan ( ada 7 Kabupaten/kota ) yang Kami lalui penuh dengan mobil hilir mudik, padat merayap, bahkan sesekali berhenti sebentar untuk istirahat di beberapa tempat pemberhentian seperti di Masjid untuk sholat, di Perkebunan Karet yang menyediakan warung-warung minuman segar, dan rumah makan. Dan di saat istirahat di tempat pemberhentian inilah dimanfaatkan mereka untuk membuat dokumentasi berbagi informasi, komunikasi dan photo-photo memori.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, semenjak “boomingnya” smartphone dan media social, maka kita telah banyak melihat dan menyaksikan baik secara langsung maupun melalui media social itu sendiri. Suatu kegemaran kita khususnya para pemuda untuk menggunakan fasilitas smartphone dan media social secara maksimal baik untuk berkomunikasi maupun untuk berbagi informasi baik secara lisan, tulisan pesan maupun gambar atau photo-photo. Tentunya kedua fasilitas ini menjadi suatu kebutuhan primer.

Smartpohone atau Telpon seluler Cerdas dalam Ensiklopedia Wikipedia diartikan sebagai Ponsel cerdas (bahasa Inggris: smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan pengunaan dan fungsi yang menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan arti ponsel cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, ponsel cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon. Pertumbuhan permintaan akan alat canggih yang mudah dibawa ke mana-mana membuat kemajuan besar dalam pemroses, ngingatan, layar dan sistem operasi yang di luar dari jalur telepon genggam sejak beberapa tahun ini.

Kebanyakan alat yang dikategorikan sebagai ponsel cerdas menggunakan sistem operasi yang berbeda. Dalam hal fitur, kebanyakan ponsel cerdas mendukung sepenuhnya fasilitas surel dengan fungsi pengatur personal yang lengkap. Fungsi lainnya dapat menyertakan miniatur papan ketik QWERTY, layar sentuh atau D-pad, kamera, pengaturan daftar nama, penghitung kecepatan, navigasi piranti lunak dan keras, kemampuan membaca dokumen bisnis, pemutar musik, penjelajah foto dan melihat klip video, penjelajah internet, atau hanya sekedar akses aman untuk membuka surel perusahaan, seperti yang ditawarkan oleh BlackBerry. Fitur yang paling sering ditemukan dalam ponsel cerdas adalah kemampuannya menyimpan daftar nama sebanyak mungkin, tidak seperti telepon genggam biasa yang mempunyai batasan maksimum penyimpanan daftar nama.

Perkembangan pasar ponsel cerdas dunia yang begitu pesat akhir-akhir ini, tidak terkecuali dengan Indonesia. Banjir ponsel cerdas dan tablet sudah mulai terasa. Derasnya permintaan pasar terhadap ponsel cerdas ini, khususnya yang menggunakan sistem operasi Android membuat para produsen semakin giat untuk berinovasi dan menggempur pasar ponsel Indonesia dengan berbagai produk. Mereka menyadari betapa besarnya pangsa pasar ponsel cerdas di Indonesia.
Dan fasilitas smartphone yang berbasis era android tentunya bisa digunakan secara maksimal seperti berphoto untuk diri sendiri yang dikenal dengan istilah keren “selfie”.

Apa itu “selfie” ?
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas dijelaskan yaitu :
Swafoto atau foto narsisis (bahasa Inggrisselfie) adalah jenis foto potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon kamera. Foto narsisis sering dikaitkan dengan narsisisme, terutama dalam jejaring sosial. Di industri hiburan Korea, istilah yang digunakan adalah selca (singkatan untuk self camera). Pose yang digunakan umumnya bersifat kasual, dan diambil dengan menggunakan kamera yang diarahkan ke diri sendiri, atau bisa juga melalui cermin. Objek foto ini biasanya hanya si fotografer atau beberapa orang yang bisa dijangkau oleh fokus kamera. Foto narsisis yang melibatkan beberapa orang disebut dengan "foto narsisis kelompok".
Pada tahun 2013, kata selfie secara resmi tercantum dalam Oxford English Dictionary versi daring, dan bulan November 2013, Oxford Dictionary menobatkan kata ini sebagai Word of the Year tahun 2013, menyatakan bahwa kata ini berasal dari Australia.
Dalam sejarah selfie, Mengambil foto diri sendiri sudah dilakukan sejak munculnya kamera boks Kodak Brownie pada tahun 1900. Metode ini biasanya dilakukan melalui cermin. Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna, adalah salah satu remaja yang diketahui pertama kali mengambil fotonya sendiri melalui cermin untuk dikirim kepada temannya pada tahun 1914. Dalam surat yang dikirim bersama foto itu, ia menulis: "Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar". Awal penggunaan kata selfie terjadi pada tahun 2002. Kata ini pertama kali muncul dalam sebuah forum Internet Australia (ABC Online) pada tanggal 13 September 2002.
“Selfie” sebagai Cermin evaluasi Diri ( muhasabah )
Lihat saja, fasilitas smartphone, bisa digunakan untuk selfie sendiri maupun bersama teman dan sahabat.
Selfie adalah Salah satu bentuk evaluasi diri yang paling berguna adalah menyendiri untuk melakukan muhasabah dan mengoreksi berbagai amalan yang telah dilakukan.
Diriwayatkan dari Umar bin al-Khaththab, beliau mengatakan, :
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi].
Diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata,
“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].


Istilah selfie tentulah bukan hal asing bagi semua orang. Selfie atau Swafoto atau foto narsis merupakan kegiatan memotret diri sendiri menggunakan beraneka jenis kamera. Beragam pose dilakukan demi mendapatkan gambar yang terbaik, itulah salah satu tujuan selfie.
Bicara masalah selfie atau swafoto, ternyata seorang muslim/muslimah punya cara selfie yang terbaik, yakni muhasabah. Jika selfie dapat memberikan kepuasan seseorang di dunia saja, maka muhasabah justru mendatangkan kepuasan di dunia dan akhirat.
Memotret diri sendiri aka selfi (muhasabah) dilakukan tanpa kamera mahal, meski demikian hasilnya akan jauh lebih sempurna bagi seorang muslim. Muhasabah sendiri berasal dari kata hasiba yahsabu hisab, yang secara etimologis berarti melakukan perhitungan. Muhasabah bisa diartikan sebagai upaya introspeksi/evaluasi diri apa yang sudah diperbuat dan amalan apa yang belum dan akan dilakukan.
"Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi).
Muhasabah merupakan hal yang selalu dilakukan oleh para sahabat Nabi. Salah satu alasan yang membuat para sahabat bermuhasabah adalah karena sebuah hadits yang artinya :
Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya, tentang masa mudanya, digunakan untuk apa, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan imunya itu.

Dengan rajin melaksanakan muhasabah, seseorang akan lebih bijak menggunakan setiap waktu, hari, serta umurnya di dunia ini demi meraih ridho Allah SWT.  Berikut ini merupakan manfaat muhasabah bagi muslim dan muslimah :
    1.    Kebiasaan muhasabah akan membuat seseorang mengetahui aib dan juga kekurangan diri, misalnya dalam hal amal ibadah, sifat buruk, dan lain sebagainya. Dengan begitu, seseorang akan berusaha memperbaiki apa yang dirasa masih kurang dalam dirinya.
     2.    Muhasabah akan membuat kita berhati-hati dan bijak dalam mengambil keputusan hidup, karena apa yang kita lakukan di dunia ini, baik kecil maupun besar akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
    3.  Muhasabah akan membuat kita lebih bisa mewaspadai dan mengendalikan hawa nafsu demi akhirat.
   4. Muhasabah mendorong kita untuk lebih konsisten dalam melakukan amal sholeh dan kekhusyuán dalam beribadah.

Dengan muhasabah diri, maka hati kita lebih terjaga dari dunia yang melalaikan, mulut terhindar dari mengucapkan sesuatu yang buruk, dan perbuatan juga lebih terpelihara dari segala maksiat dan kemungkaran. 
Semoga bermanfaat.
Demikian sahabat, mari kita bercermin dan bermuhasabah untuk kebaikan kita. Muhasabah 2016 untuk lebih baik di tahun 2017.


Salam Guru Indonesia.

No comments:
Write komentar

Slider 2