Latest Post
Loading...

Nov 20, 2016

News : Hari Anak Universal 2016

 

Hari Anak Universal 2016: Memenuhi Hak Anak yang Tertinggal, Terlupakan, dan Mencegah Kekerasan pada Anak

Jakarta - Direktorat Pembinaan PAUD melakukan kegiatan dalam rangka merayakan Hari Anak Universal yang jatuh pada tanggal 20 November 2016. Kegiatan ini berlokasi di PAUD KM 0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan mengundang ibu-ibu dan anak-anak yang berasal dari wilayah Bantar Gebang, Bekasi. Ibu-ibu yang dihadirkan tersebut akan mengikuti diskusi dengan mengundang narasumber yaitu Dewi Hughes dan Bapak M. Ihsan Tanjung dari KPAI, sedangkan anak-anak yang hadir dipersilahkan untuk bermain di PAUD KM 0. Kegiatan ini juga dihadiri oleh DIrektur Pembinaan PAUD, Ibu R. Ella Yulaelawati R, M.A.,Ph.D, jajaran pejabat serta staff di lingkungan Direktorat Pembinaan PAUD, serta anggota dari HIMPAUDI.
Dalam sambutannya, Direktur Pembinaan PAUD, Ibu R. Ella Yulaelawati R, M.A.,Ph.D menyampaikan bahwa kagiatan ini merupakan komitmen dari Direktorat Pembinaan PAUD untuk merayakan hari anak dengan melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari tanggal 20 Mei 2106 yang bertepatan dengan hari pendidkan nasional hingga 20 November 2016 ini. Hari Anak Universal ini sebenarnya sudah diajukan oleh PBB pada tangal 20 November 1959, tapi baru dideklarasikan secara resmi 30 tahun kemudian yaitu pada tanggal 20 November 1989. Ini menjadi cikal bakal bagi setiap negara untuk menyelenggarakan hari anak nasional di masing-masing negara tersebut. “Hari anak dirayakan untuk memenuhi hak anak seperti hak melaksanakan perintah agamanya, hak untuk bermain, hak untuk menyampaikan pendapat, dan hak untuk istirahat, bukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tidak memperhatikan anak-anak”, ujar Ibu Ella.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan yang disampaikan oleh Dewi Hughes yang bertemakan “Hari Anak Universal 2016, Memenuhi Hak Anak yang Tertinggal, Terlupakan, dan Mencegah Kekerasan pada Anak”. Dalam paparannya Ibu Hughes menyampaikan salah satunya mengenai bahasa tubuh, dimana menurut penelitian, bahasa tubuh dilakukan oleh manusia sebesar 55%. Dalam sesi paparannya, para peserta diminta untuk melakukan hal-hal menarik terkait bahasa tubuh dalam pendidikan untuk anak. Di Akhir sesi, Hughes menyimpulkan bahwa kekerasan pada anak dapat dicegah dari diri kita pribadi dengan memperhatikan hal-hal yang telah beliau sampaikan.
Dilanjutkan dengan penjelasan dari Bapak M. Ihsan, Ketua Satgas Perlindungan Anak, KPAI mengenai kekerasan yang terjadi pada anak. Dari data yang beliau sampaikan, mulai dar 2007 hingga 2013, kekerasan yang terjadi pada anak terus meningkat secara siginifikan mulai dari berjumlah 1.510 pada 2007, hingga berjumlah 3.339 pada 2013. Kemudian beliau menyampaikan penelitian yang dilakukannya, dari 1.200 sample di 6 provinsi di Indonesia, terdapat 91% anak pernah mengalami kekerasan di rumah dan 87.66% mengalami kekerasan di sekolah.  Kekerasan di rumah terbanyak dilakukan oleh Ibu dan untuk di sekolah yang terbanyak dilakukan oleh teman. Dari data ini dapat diketahui bahwa anak sangat rentan akan kekerasan. Perlu kesadaran dari berbagai pihak guna mencegah kekerasan anak ini agar tidak terus bertambah.

http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/index.php/berita/index/20161120131304/Hari-Anak-Universal-2016-Memenuhi-Hak-Anak-yang-Tertinggal-Terlupakan-dan-Mencegah-Kekerasan-pada-Anak

No comments:
Write komentar

Slider 2