Latest Post
Loading...

Apr 1, 2016

Ayah-Bunda, .............Ayo menjadi PIONEER dan Penggerak Pendidikan Anak Usia Dini

 




Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ( T.I.K ) baik media televiai, internet dan sosial media seperti Facebook, twitter, dan lain-lain dan tayangan media televisi yang mmasuk ke ruang keluarga, ke kamar tidur sudah tanpa batas dan sekat, dan tanpa batas waktu, menjadikan "dia" sebagai "santapan yang empuk" bagi yang menonton dan itu terutama anak-anak.

Tayangan TV dan sebaran media sosial melalui internet/dunia maya ( dumay ) memang mempunyai 2 sisi pengaruh bagi penonton dan pengguna media. Jelas,..............sisi positif dari semua tayangan akan memberikan dampak positif bagi pengguna media dan pemirsa seperti berbagai informasi, wawasan dan pengetahuan didapatkan dari media tersebut.

Namun............., "wajib" juga tidak ditampik bahwa media sosial tersebut banyak memberikan dampak pengaruh yang negatif yang juga siap menjadi santapan pemakainya, seperti adegan dan photo perkelahian, minuman keras beralkohol dan jenis photo-photo asusila lainnya, kemudian tayangan film, video dan sintron yang juga menamilkan tayangan kekerasan dan negatif juga mempengaruhi penonton terutama anak-anak.

Bahkan, yang sekarang ( mungkin sudah sejak dulu ), menjadi "tren".......tayangan sintron atau film yang meneyuguhkan perkelahian dan kekerasan bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita. Aktor, atau aktris dan bintang film yang sudah menjadi "idola", maka idola tersebut akan menjadi contoh dan anak-anak akan menjadi "ala" aktor, aktris dan bintang film tersebut, intinya anak akan meniru prilaku dan bahkan mungkin karakter dari idolanya.

nanti, .....yang kita, khususnya orang tua sangat mengkhawatirkan adanya perubahan karakter anak-anak akibat dari perilaku negatif tontonan tersebut.

- Harus  ada tarbiyah dalam keluarga.
Dalam khazanah Bahasa Arab, banyak istilah dikenal  seperti tarbiyah, tadris, ta'dib dan ta'lim berasal dari bahasa Arab yang berarti pendidikan, sedangkan orang yang mendidik dinamakan Murobi atau mudarris, mu'allimIstilah Tarbiyah dan yang lainnya, yang secara umum berarti pendidikan. 
Secara umum, tarbiyah dapat dikembalikan kepada 3 kata kerja yg berbeda, yakni:
  1. Rabaa-yarbuu yg bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
  2. Rabiya-yarbaa yg bermakna nasya-atara’ra-a, artinya tumbuh.
  3. Rabba-yarubbu yg bermakna aslahahutawallaa amrahusasa-ahuuwa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).
Makna tarbiyah adalah sebagai berikut:
  1. proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
  2. kegiatan yg disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan (tidak membosankan).
  3. menyempurnakan fitrah kemanusiaan, memberi kesenangan dan kemuliaan tanpa batas sesuai syariat Allah SWT.
  4. proses yg dilakukan dengan pengaturan yg bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yg mudah kepada yg sulit.
  5. mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yg mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. kegiatan yg mencakup pengembangan, pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan, dan perasaan memiliki terhadap anak.
  7. Tarbiyah terdiri atas (1) Tarbiyah Khalqiyyat, yakni pembinaan dan pengembangan jasad, akal, jiwa, potensi, perasaan dengan berbagai petunjuk, dan (2) tarbiyah diiniyyat tahdzibiyyat, pembinaan jiwa dengan wahyu untuk kesempurnaan akal dan kesucian jiwa menurut pandangan Allah SWT.
Tayangan dan tontonan yang bisa diperkirakan negatif dan akan merusak anak-anak, Insya Allah akan dapat disaring dan bentengi dengan adanya Tarbiyah dalam keluarga. Tayangan sekarang, yang tanpa mengenal batas waktu, sehingga  pada waktu-waktu tersebut juga menjadi sasaran tontonan anak-anak kita, sebagai contoh :
pada sore hari menjelang senja, sekitar jam 17.00 sampai 20.00 adalah waktu-waktu untuk beribadah bagi yang muslim, kemudian juga waktu belajar dan berkumpul keluarga, maka kedisiplinan keluarga, kedisiplinan orang tua, kedisiplinan ayah, bunda, kakak, saudara yang diterapkan  dalam rumah sangat memberikan dampak yang positif dan dapat membentengi anak-anak dari hal-hal yang negatif, kemudian penerapan aturan dan tata tertib yang jelas dan teladan dari orang tua jelas akan menjadi "rambu-rambu" bagi anak-anak.
- Lembaga PAUD  menjadi "pioneer dan penggerak" 
Lembaga PAUD  menjadi "pioneer dan penggerak" dalam mewujudkan langkah nyata pembentukan kedisiplinan, aturan dan karakter anak-anak di usia dini. dan Ayah- Bunda PAUD akan menjadi harapan terciftanya karakter anak usia dini. maka sangat diperlukan semangat Ayah-Bunda sebagai Guru PAUD yang berkualitas dan berkompeten, dalam rangka mewujudkan  Anak-anak di usia dini yang berkarakter dan akan menjadi harapan di masa depan.

Ayah Bunda, ..............Ayo menjadi Pioneer dan penggerak Pendidikan Anak Usia Dini.
Klik SUKA DAN SETUJU

Tanjung, 1 April 2016

No comments:
Write komentar

Slider 2