Latest Post
Loading...

Mar 29, 2016

Belajar Sambil Bermain Untuk Anak Usia Dini (TK KB TPA SPS).

 




Belajar Sambil Bermain Untuk Anak Usia Dini (TK KB TPA SPS). 
Bermain merupakan kebutuhan bagi setiap anak. Setiap saat anak ingin selalu bermain.

Di manapun, dalam kondisi apapun, anak akan berusaha mencari sesuatu untuk dapat dijadikan mainan. Anak-anak baik di kota besar, desa, pantai, dan gunung senang dengan permainan yang ada. Baik yang dimainkan berupa permainan tradisional maupun permainan modern.
Anak-anak selalu bermain dengan riang, melalui bermain anak akan merasa rileks. Tertawa, teriakan, sorakan, ekspresi wajah yang ceria selalu mengiringi suasana anak bermain. Anak walaupun sakit tetap bermain secara terbatas kemampuannya. Di tempat tidur, saat anak tergolek sakit, masih tampak ia membawa mainan di samping tempat tidurnya, yang mudah ia mainkan pada saat-saat tertentu.

Kebutuhan akan permainan dan bermain sangatlah mutlak bagi perkembangan anak. Lingkungan dan orang dewasa ,dalam hal ini orangtua, maupun guru perlu memfasilitasi kebutuhan anak dengan menyediakan berbagai permainan yang dapat mendukung perkembangan anak. Tentu saja permainan dan alat bermainnya tersebut bukanlah suatu yang harus bernilai ekonomi tinggi, tetapi apapun dapat dijadikan alat bermain.

Misalnya daun kering dapat dijadikan alat hitung untuk mengembangkan konsep matematika, dapat mengklasifikasikan jenis-jenis daun, manfaat daun hal ini untuk mengembangan konsep sains pada anak, dapat dijadikan bahan kreasi seni untuk mengembangan seni dan lain sebagai yang dapat dikembangkan hanya dari daun.
Indonesia negeri yang kaya sumber alam yang masih dapat kita eksplorasi untuk dijadikan alat bermain.

Pembelajaran yang menyenangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
  • Pembelajaran berorientasi pada kebutuhan anak. Dengan demikian, setiap kegiatan pembelajaran harus selalu mengacu pada tujuan pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu.
  • Dunia anak adalah dunia bermain, maka selayaknyalah pembelajaran untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain. Intinya, bermain adalah belajar, dan belajar adalah bermain. Anak belajar melalui main, main yang menyenangkan.
  • Melalui sentra, proses pembelajaran dilakukan dengan menempatkan siswa pada posisi yang proporsional. Anak dirangsang untuk secara aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar.

  • Perlu ditekankan bahwa bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya (happy learning). Sehingga, anak dapat menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. 
  • Kegiatan pembelajaran dirancang secara cermat untuk membangun sistimatika kerja/aktivitas. Bagaimana anak membuat pilihan- pilihan dari serangkaian kegiatan, fokus pada apa yang dikerjakan dan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan yang dia telah mulai dengan tuntas. 
  • Kegiatan pembelajaran berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup anak, yaitu membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi dan memiliki keterampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak. 
  • Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang dengan mengacu pada prinsip-prinsip perkembangan anak. Stimulus pendidikan bersifat menyeluruh, mencakup semua aspek perkembangan.

  • Karena itu, setiap kegiatan harus dapat mengembangkan atau membangun berbagai perkembangan atau kecerdasan anak. Dalam hal ini guru memfasilitasi agar semua aspek perkembangan anak perkembangan anak berkembang secara optimal. 
  • Anak akan memperoleh lebih banyak pengetahuan bila mendapat pijakan/ dukungan dari guru pada saat main.
  • Sumber Link : 


No comments:
Write komentar

Slider 2