Latest Post
Loading...

Jan 20, 2016

Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Laksanakan Pertemuan Perdana 2016

 

Pekerjaan/jabatan guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia yang dilaksanakan untuk mengabdi dan berbakti pada agama, nusa, bangsa, negara dan kemanusiaan, berdasarkan nilai­-nilai Al Qur’an dan Hadits, serta Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara.
Guru Pendidikan Agama Islam yang profesional selalu prima dalam menguasai dan melaksanakan kompetensinya sesuai kualifikasi menurut jenis dan jenjang pada jalur pendidikan sekolah dan/atau luar sekolah tempatnya bertugas. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki kehandalan yang tinggi dalam membimbing peserta didik, sebagai upaya memanusiakan manusia, agar setiap peserta didiknya menjadi manusia Indonesia seutuhnya, yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur dan menguasai keterampilan/keahlian, yang dibutuhkan dalam menjalankan kehidupannya di masyarakat.
Bertempat di SDN Teratau, Kecamatan Jaro, dilaksanakan pertemuan Pertama Tahun 2016, Kelompok Kerja Guru ( KKG ) Pendidikan Agama Islam dalam lingkup kerja UPT Inspeksi Pendidikan Kecamatan Muara Uya dan Kecamatan Jaro, pada Hari Senin, 18 Januari 2016. Kegiatan KKG PAI ini dihadiri oleh Bapak H. Shopia elhadi, S.Ag.,M.M.Pd., selaku Pembina KKG PAI, Kepala UPT IP Kec. Muara Uya & Jaro, Bapak Drs. H. Syakbani,  Pengawas PAI Kemenag Kab. Tabalong dan seluruh Anggota KKG PAI Kecamatan Muara Uya dan Kecamatan Jaro.
Dalam pertemuan KKG PAI tersebut telah dibahas tentang : Pembaharuan Pengurus KKG mengingat beberapa orang pengurus telah mutasi pindah tugas, Membuat rencana, Jadwal dan program KKG PAI Tahun 2016, Menyusun tata tertib dan aturan kedisiplinan keanggotaan KKG.
Dalam arahannya, Kepala UPT Inspeksi Pendidikan, Bapak. H. Shopia elhadi, mengingatkan bahwa guru merupakan jabatan profesi maka sebagai guru harus selalu memegang kedisiplinan dan komitmen serta mempunyai kompetensi guru, apalagi Kata Beliau Guru Pendidikan Agama Islam mengajarkan dan mendidik anak untuk memiliki akhlak, tata krama, norma dan prilaku yang terpuji maka guru Agama Islam harus memegang prinsip pendidikan berdasarkan Ajaran Islam.
Guru Pendidikan Agama Islam adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, khususnya oleh para peserta didik, yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “Istiqomah Dalam Aqidah, Toleransi Dalam Perbedaan Dan Sepakat Dalam Kebersamaan” Dalam usaha mewujudkan prinsip tersebut, Guru Pendidikan Agama Islam selalu berusaha mengembangkan kompetensi dan kualifikasinya, baik di bidang pendidikan dan pengajaran maupun dalam disiplin ilmu yang menjadi keahliannya, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
Guru Pendidikan Agama Islam bertanggung jawab mengantarkan peserta didiknya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. Untuk itu semua komponen bangsa selayaknya tidak mengabaikan peranan guru PAI dan profesinya, apabi1a menginginkan bangsa dan negara ini sejajar kemajuan dan perkembangannya dengan bangsa lain di negara-negara maju dan modern di muka bumi ini, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang.
Kondisi seperti itu mengisyaratkan bahwa guru PAI dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman, karena hanya dengan pelaksanaan tugas guru PAI secara profesional, dapat diwujudkan eksistensi bangsa dan negara yang bermakna, terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Peranan guru PAI semakin penting dalam era global, karena hanya melalui bimbingan guru PAI yang profesional, setiap peserta didik dapat menjadi sumber Jaya manusia yang berkualitas, kompetitif dan produktif sebagai asset nasional dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dan berat sekarang dan di masa datang. Di samping itu, dan guru PAI profesional akan dihasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengadaptasi pengaruh globalisasi yang bersifat positif dan mengantisipasi pengaruhnya yang bersifat negatif.
Disamping itu juga, Kepala UPT menyampaikan informasi tentang pembuatan kontrak kerja dalam Sasaran kinerja pegawai ( SKP ) bagi yang Pegawai Negeri Sipil.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a oleh Bapak Baihaqi, S.Ag., salah seorang anggota KKG PAI, Guru PAI SDN 1 Pulau Kuu Kecamatan Muara Uya.

No comments:
Write komentar

Slider 2